keluwek rawon

Pernah makan rawon? Masakan khas jawatimur berkuah hitam yang dihasilkan dari bumbu keluweknya. Menggunakan daging sapi. Nasi disiram kuah rawon yg berisi daging sapi ditambahi toge muda dengan sambal trasi lengkapi dengan telor asin, tempe goreng, jangan lupa kerupuk udang meskipun optional. Coba saja rasanya, enak koq. Biasanya kalau acara pernikahan atau hajatan  di daerah jawa timur tuan rumah akan menyajikan bukan hanya soto tapi juga rawon.

gambar dari: http://jakarta.panduanwisata.id
Rawon menjadi makanan favorit keluarga saya. Biasanya ibu akan membuat cukup banyak sampai setidaknya untuk 3 hari, setelah dihangatkan berkali-kali kuah rawon justru buat saya terasa lebih nikmat.  Beberapa kawan saya yang asli jakarta atau bukan dari jawa timur tidak menyukai masakan ini "rasanya aneh ru" begitu alasannya. 

Bahkan di salah satu bukunya Mbak Ayu Utami - Larung- mendiskripsikan rawon "begitu kotor seperti air comberan", saya lupa detail menulisnya seperti apa, tapi kira-kira begitulah mbak ayu menggambarkan rawon dalam bukunya. Memang yang khas dari rawon ini adalah keluweknya, warna hitam kuah, rasanya asing untuk yang tidak terbiasa, agak ada sedikiiit saja rasa pahit, getir tapi kadang rasa kuahnya juga segar asalkan bumbunya tidak terlalu kental, saya sih suka yang agak kental, saya bisa paham bagi yang belum pernah mencoba, rasa rawon ini adalah aneh.

Keluwek adalah tanaman asli Indonesia, detail tentang keluwek dan segala istilah dari beberapa penjuru nusantara bisa dilihat disini, karena saya hanya hendak berbagi cerita tentang pengalaman rawon. Seingat saya, sebelum memasak rawon  ibuk akan merendam keluweknya dengan air hangat tidak terlalu lama, saya rasa kurang dari 3 menit saja

Di jakarta? Tidak banyak saya temukan warung rawon, dibilang ada memang ada tapi tidak seperti soto jawa timur yang bisa dijumpai dimana saja, sebutlah Soto lamongan dan soto madura. Kalau kangen rumah biasanya saya akan pergi ke warung yang menyajikan masakan khas jawa timur. Pernah, dengan seorang sahabat kami janji untuk makan siag bareng di sebuah mall , kami memilih satu rumah makan, awalnya saya akan memesan sop buntut namum ternyata mereka juga menyediakan rawon.

Saya pesan seporsi rawon. Sejak awal rawon itu disajikan tampilannya berbeda dengan rawon yg biasa di masak ibu saya atau rawon yg seharusnya rawon. Dari warna, dia terlihat hitam yang tidak sama dengan rawon jawa timur biasanya. Disisi mangkok terlihat minyak yg tidak berwarna kekuningan spt rawon seharusnya, dari bahan campuran bumbu kunyit. Saya mencoba mencecap, rasanya berbeda dengan rawon yg biasa saya makan. Saya minta sahabat saya untuk mencicipi dan dia menyepakati bahwa rawon ini berbeda rasa bahkan sudah tampak dari warnanya.

Saya harap saya salah, namun jika benar?, entah mereka ingin berinovasi makanan rawon atau bagaimana? saya hanya merasa kecewa. Mau tau rasanya seperti apa? tidak berasa bumbu keluwek, tidak ada rasa asam dari asam jawa dan tidak terasa seperti rawon seharusnya. Warna hitamnya Seperti campuran tinta ikan cumi-cumi atau sotong. Saya koq merasa yakin mereka menggunakan tinta sotong untuk tambahan keluwek atau untuk pengganti keluweknya ya?

Rawon
Kecewa? Iya sedikit, saya tidak pernah mencela makanan. Maksud saya, jika benar ada campuran tinta sotong atau cumi-cumi mungkin seharusnya mereka membuat nama lain, mungkin seharusnya nama masakannya sop daging kuah sotong, atau daging kuah sotong adopted from rawon (hallah...). Hari itu hanya kecewa, karena saya mulai bertanya-tanya sebegitu mahal-kah harga kluwek? apakah tumbuhan yang asli indonesia itu semakin langka? bagaimana nasib rawon selanjutnya?

                                                               


Comments

  1. rawon bikinin ibumu memang paling mantab ru.. kangen deh ru

    ReplyDelete
  2. :D thanks, gak ada keluwek ya disana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada kok.. aku nyetok dari belanda :p

      Delete
  3. Ahh bagus dong :) harga nya pasti berkali lipat. Aku suka postingan mu , BAGUS

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts