Efek buku

Seharusnya baca buku nggak setengah-setengah, meski sebenarnya buku yang sedang saya baca bikin saya ketagihan Untuk dibaca terus dan pengen tahu endingnya. Beberapa kali coba intip di beberapa halaman terakhir tapi clueless akhirnya nggak intip-intip lagi.

Ujungnya buku yang sedang saya baca ini bikin saya semakin penasaran dengan negara Somalia yang konon kayaknya konfliknya nggak segera berhenti juga. Saya penasaran dengan sejarah negerinya , dengan masyarakatnya, para perempuan dan anak-anak. Seperti apa kehidupan mereka? bagaimana mereka bertahan. Akhirnya saya googling juga.

Buku yang sedang saya baca ini ngaruh banget buat saya cari-cari info tentang somalia dan beberapa negara tetangganya macam Sudan.  Saya sedang baca buku apa? maunya saya mo bagi pengalaman saya baca buku ini setelah selesai. Jadi nggak penting dong ngasih tahu seluruh dunia tentang apa yang sedang saya baca? saya kan dah bilang buku ini bikin saya penasaran dengan Somalia dan nemu gambar dibawah ini, saya suka gambar ini jadi saya pinjam dari sini.

Butuh beberapa waktu untuk selesein baca, ada 466 halaman dan saya baru dihalaman 219. Sementara saya musti nguli kerja dulu, paling bacanya hanya beberapa halaman dan itupun menjelang tidur.

foto diambil dari www.unocha.org

Comments

  1. Kata orang bijak, buku adalah jendela dunia. Tapi saya koj malas benar membuka jendela dunia ini. Selamat ya sobat dengan kegigihannya membaca ttg Somalia sampai ke halamn 466 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salaam bu Evi, sebenarnya saya sedang membaca cerita fiksi yang membuat saya penasaran tentang Somalia, jadi sambil baca fiksinya saya googling tentang negaranya. :D

      Delete
  2. Somalia itu ruwet untuk dimengerti Ru. Sejarahnya, asal usul
    bangsanya. Dari pengalaman aku dengan orang Somalia disini, mereka itu proud folk. Karena itu kadang kelihatan seperti arogan. Yang aku rasa unik ada sistem klan yang bermodalkan percaya. Contohnya ada orang Somali butuh uang, dia bisa pinjam uang dari orang sesama klan yang tinggal diluar negri karena modal percaya. Kulturnya juga kaya sekali, bahan kajian antropologi ini ;-) Ethiopia juga sama menariknya seperti Somalia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. modal percaya saja? saya sedang berpikir kira-kira duitnya dibalikin nggak ya? maksud, saya bukan bermaksud merendahkan kemampuannya tapi..hanya sekedar clan yang sama tanpa tahu kebenarannya gitu?, mengkhawatirkan buat saya. tapi sisi lain mereka tampaknya berpikir positif ya. salut kalo ada antropolog ilmuwan dan pekerja sosial yg melakukan penelitian ttg mereka atau membantu mereka ditengah masa sulit mereka saat ini.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts