Siapa yang tahu?

Saya terbangun dini hari ini buka-buka si jerileno (nama henpon saya) liat-liat postingan dan komen orang-orang di beranda fesbuk dan melihat seseorang bicara tentang kawan di kantor lama panggilannya di kantor Rino, bicara tentang tulisan di blognya, bicara tentang surga, bicara tentang datang di mimpi. Mungkin baru bangun mata kriyep-kriyep nyawa belum ngumpul, iseng mampir timelinenya.

Postingan dari saudaranya Rino meninggal Jumat 12 sept 2014 sekitar pukul 22.45. Selama bekerja bersama alm. saya punya kesan yang baik. Tampangnya sih pendiam, tapi sekalinya ngobrol dia bisa cerewet dan kocak. Lihat dia dulu, dengan kemampuan bersosialisasi yang baik, lihat timeline facebooknya dia punya banyak kawan-kawan baik, lihat blognya cerita berpetualang dengan bahasanya yang  kocak, dia sangat menikmati hidup. Sangat. Dia masih muda, dia masih musti nulis cerita travelling nya di blognya itu. Tapi siapa pula yang tahu takdir?. Alm. punya reffrain lagu Tenda Biru - Dessy Ratnasari versi Inggris, setiap iseng nyanyiin reff lagu ini selalu ingat Alm. dengan versi Inggrisnya.

Saya benci berita buruk, meski tidak pernah bertemu tapi  ketika bertanya kabar, sebenarnya pertanyaan saya bukan sekedar basa basi, jawaban "kabar baik, terimakasih" atau "oh...kabarnya baik,dia? sudah menikah loh hebat ya"  itu sudah bikin saya lega, saya lega karena meski nggak pernah bertemu lagi atau entah kapan bisa silaturahmi tapi setidaknya saya mendengar kabar bahwa dia masih ada, saya masih mikir bisa kirim sms, e-mail, atau nyapa di face book kalau punya, masih mikir kalau mereka bakal respon. Maunya orang-orang yang saya kenal, orang-orang yang punya kesan baik buat saya masih ada meski nggak pernah ketemu lagi.


Saya sadar  nggak bisa gitu juga, sebagai orang yang percaya bahwa hidup ada yang ngatur. Takdir itu sudah di tentukan,saya nggak bisa dan nggak boleh nuntut bahwa yang udah "nggak ada" musti di balikin lagi, musti kembali. Saya sadar bahwa pada waktunya nanti saya, kita pun akan "kembali pulang". Saya kira saya hanya butuh waktu untuk diam mungkin nangis? mungkin nggak, hanya perlu sedikit tenang karena beberapa kali kehilangan, kehilangan itu rasanya... ahh sudah lah. Innalillaahi Wa innaa ilaihi Raajiun "Sesungguhnya kami milik Allah dan sesunguhnya Kami akan kembali kepada NYA".

Comments

Popular Posts