Hari pahlawan nasional

Kemarin sesampainya di kantor saya melihat iting-iringan mobil pejabat suara sirine mobil pengawal bikin tambah berisik jalanan. Tumben mobil-mobil ini lewat daerah kantor saya yang bukan jalan protokol.

Saya perhatikan bukan iring-iringan mobil jenazah. Beberapa hari sebelumnya saya juga perhatikan bendera-bendera dipasang ditiang biasanya nggak. Baru ngeh kalau ternyata kemarin 10 Novemeber hari pahlawan jadi pasti iringan mobil itu menuju arah taman makam pahlawan.

Hari pahlawan tidak banyak saya pahami, parahnya  ya saya sebagai warna Negara Indonesia. Seingat saya, satu hari ketika di SD bapak saya melatih saya membaca puisi untuk kompetisi membaca puisi antar SD tingkat kecamatan, yes kecamatan :)  saya ditunjuk mewakili sekolah pada acara hari pahlawan. Puisi saya berjudul bung tomo entah karangan siapa saya hanya mengingat judulnya.
Setelah beberapa tahun, saya baru membaca profil almarhum Bung tomo yang saya baca sekila-sekilas saja, bahwa ternyata Bung tomo baru diberi gelar pahlawan pada tahun 2000-an. Pun begitu selama kurun waktu puluhan tahun rakyat Indonesia toh tahu bahwa Bung Tomo lah yang mengobarkan pekik kemerdekaan di surabaya melalui RRI.

Alamarhum mbah kakung saya (kakek) dari sisi ibu konon menurut cerita alamarhum juga turut berjuang melawan penjajah seperti kebanyakan rakyat Indonesia lainnya, dia kehilangan lencana atau sertifikat atau apalah yang membuatnya tidak mendapatkan uang pensiun veteran. Sepertinya mbah tidak memperdulikan itu, toh penghasilannya sebagai penjahit cukup untuk membesarkan anak-anaknya sampai SMA dan beberapa ke perguruan tinggi.

Dalam sejarah keluarga dari sisi bapak dari bapak saya, kami memiliki buku yang berisi silsilah keluarga. Pasangan kakek-nenek buyut saya memiliki 8 atau 7 anak , kemudian tertulis silsilah dari 8 anaknya menikah dengan siapa keturunan berapa anaknya berapa termasuk nama-namanya semacam family tree sampai generasi saya adalah cicit cicit. Ada satu yang selalu menarik perhatian saya setiap membaca buku silsilah keluarga. Satu nama, tertera dalam buku itu anak ke 6 SYAHID keterangan di samping namanya “sejak remaja meninggalkan rumah untuk pergi berjuang, tidak ada berita. Dalam buku itu juga tidak disebutkan tahun berapa meninggalkan rumah, pastilah jauh sebelum 1945.

Istilah syahid bisa di baca di wikipedia ini. Kakek saya Syahid, tidak pernah terdengar kabarnya, setiap pertemuan keluarga nama itu tidak pernah dibicarakan, mungkin karena sudah terlalu lama kami terlalu sibuk senang bertemu dengan semua keluarga yang tersebar dimana-mana dan saya selalu lupa menyebut namanya dalam doa. Kakek saya yang tidak saya kenal, mungkin seorang pejuang yang kebetulan bernama SYAHID. Saya harap  Jika beliau gugur dimedan perang adalah sebagai seorang yang syahid sehingga perjuangan dan hidupnya tidak sia-sia.

Comments

  1. walaupun terlambat, selamat hari pahlawan untuk kita semua.
    masih banyak pahlawan-pahlawan tanpa nama yang gugur di medan perang. Tidak dikenal dan tidak muncul di buku sejarah.

    ReplyDelete
  2. Aku baru tahu kalau Bung Tomo baru mendapat gelar pahlawan tahun 2000-an namun benar perjuangan beliau sudah lama kita tahu... Semoga akan banyak muncul pahlawan-pahlawan baru ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inshaa allah amiin, semua bisa menjadi pahlawan :)

      Delete
  3. Selamat Hari Pahlawan :))) *telat ya
    Tapi semangat kita tetep harus semangat pahlawan everyday ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts