Memoar Aisha Pisarzweska- Raidah Athirah



Hobi blogwalking saya membawa saya ke sebuah pertemanan dengan seorang blogger Raidah Athirah, saya terkesan dengan cerita yang ditulis dengan cantiknya. Postingan yang dia tulis saat itu tentang muslim Tatar di polandia, bagaimana dia menceritakan tentang kelompok muslim pertama yang datang ke tanah Polandia. Sejak itu saya mulai mengikuti tulisan-tulisannya hingga kemudian hari tanpa sengaja menemukannya di facebook.

Cerita dalam blognya diterbitkan dalam sebuah buku berhardcover sebanyak 242 halaman termasuk biodata penulis dan glossary/ catatan kaki, penerbitnya Fitrah Rabbani. Tidak sulit untuk mencerna setiap kisahnya yang ditulis seperti catatan buku harian dan terlebih tulisannya yang sarat makna. Penulis kerap mengaitkan kejadian dengan surat Qur’an dan hadist Rasulullah, tetapi tidak terkesan preachy.

Selain mengisahkan tentang sejarah muslim Tatar di polandia, penulis menceritakan pula bagaimana menjadi muslim di negeri yang asing. Tinggal di luarnegeri yang bagi sebagian perempuan Indonesia menganggap adalah suatu kemewahan namun sesungguhnya adalah perjuangan tuntutan menjadi seorang yang extra sabar. Bagaimana tidak ? ketika kita ditanah air akan mendapat bantuan atas kesibukan kita mengurus rumah dan anak kita bisa menggaji asisten rumah tangga, di luar negeri hanya orang superkaya yang bisa memiliki jasa asisten rumah tangga yang dibayar setiap bulannya karena jasa asisten rumah tangga sangat mahal.

Saya menemukan masih ada kesalahan tulis/ ketik, salah eja. Saya abaikan saja, ambil saja hikmah dari kisah yang dituangkan dalam bukunya. yang saya kagum, penulis mendonasikan hasil penjualan bukunya untuk sebuah pesantren di Bandung juga untuk membeli mukena untuk muslimah di Polandia yang adalah rumah keduanya , bahkan saya dapat kartu pos Norwegia (tempat penulis bermukim saat ini) karena saya pre-order duluan. lumayan kartuposnya bisa untuk koleksi dan pembatas buku. 

“ Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” - HR. Ahmad Thabrani-

Comments

  1. Wah udah dapat novel ini yaa... aku belum :'( padahal pengen banget baca. Cerita yang ber-setting luar negeri memang selalu manis untuk dibaca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pre-order waktu itu mbak sofia. Cerita ber-setting luar negeri memang menarik jadi tambah pengen ke tempatnya :)

      Delete
  2. Masha Allah terimah kasih banyak Mbakyu ^_^ untuk ulasannya .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama-sama, kisahnya memang menang buat saya :)

      Delete
  3. Hallo Ruru, saya nulis lagi. Ada pernyataan yang saya suka ditulisan ini. Yang tentang tinggal diluar negeri buat beberapa orang adl kemewahan. Saya pribadi justru diwarnai galau, nggak semuanya indah-indah. Banyak harus mulai berjuangnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adduh, jari saya cepet banget nge-delet. Hi elly tadi saya reply ttg, saya paham dg kegalauannya. Beberapa kawan baik saya tinggal di LN mengikuti suami dan ada yg kerja dan hidup di negeri sendiri tampaknya lbih mudah karena ada banyak bantuan. Mungkin seharusnya saya gunakan istilah "prestige" bagi sebagian lainnya. Tapi seperti istilah "rumput tetangga tampak lebih hijau..." inshaa allah kamu diberi kekuatan dan kesabaran selama tinggal di LN ya...

      Delete
  4. Bagus ya bukunya? Jadi tertarik...blogwalking salam kenal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi fee, saya suka gaya bahasa dan ceritanya, kekurangan disana sini masih ada tapi bukan masalah besar buat saya. Salaam kenal juga :)

      Delete
  5. Kunjungan baliiiiik, hihiii...
    Wah mbak, aku baru tahu buku ini dr postingan ini. Melihat judulnya, seperti aku tertarik dengan bukunya. Ini penerbit dan terbit tahun berapa mbak mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penerbitnya Media Fitrah Rabbani, di facebook ada namanya Memoar Aisha Pizarsweska tahun terbit 2014, terimakasih sudah mampir :)

      Delete
  6. Jadi minoritas mengajarkan kita untuk lebih kuat menjalin persaudaraan sesama muslim Ru. Dsni klo ketemu sesama muslim kebanyakan saling salam, pdhl gak kenal.
    Btw, TKW itu juga hidup di LN lho, tp klo bnr2 profesional pasti prestige juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena berasa sodara jauh dan saling mendoakan meski hanya bertukar senyum dan salam ya mbak. Teman2 saya juga ada yg jadi TKI ceritanya seru, pengalaman berarti.
      Terimakasih sudah mampir :)

      Delete
  7. Ada keseruan sendiri dari blog walking. Saya juga menemukan teman-teman darat dari kegiatan ini. Sering juga dapat hadiah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hadiah persahabatan menambah silaturahmi ya bu Evi

      Delete
  8. Subhanallah. Saya suka baca tentang peradaban Islam di negara lain. Apalagi minoritas Islam dibelahan bumi lain. Karena sering Blogwalking juga, saya jadi banyak tahu tentang banyak hal di kehidupan ini, entah hal konyol, yang mengajak kita merubah sudut pandang hingga sejarah panjang. Hidup BW :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mbak blogwalking nambah teman baru nambah silaturahmi nambah informasi :)

      Delete

Post a Comment

Popular Posts