Simpan kenangan

Saya lagi nyari tas punggung pas tiba-tiba nemuin bungkusan berisi surat dan kartu ucapan. Surat? Saya tinggal di tahun berapa masih ada surat?.
Iya, surat dari teman pernahspesial. Awal tahun 2000-an Jaman saya masih kuliah di kota kecil tempat saya tinggal sudah menjamur warnet hanya karena teman saya ini kalo kekota saya cuma berapa kali dalam sebulan dan warnet dikotanya nggak banyak musti antri pula jadi dia milih berkirim surat, sudah itu secuil cerita bagaimana saya dapat surat. Oh....juga surat dari sahabt saya, kami pernah janji bakal bertukar kabar melalui surat karena surat ditulis tangan dan bisa disimpan. Sejak selesai kuliah saya mutusin cari kerjaan ke ibukota negara dia ke ibukota provinsi, padahal di ibukota sudah banyak warnet tapi kami tetap mutusin pake surat aja.
foto koleksi pribadi
 Kartu, yang saya dapat ini  bermacam-macam. Kartu ucapan tahun baru, kartu ucapan kelulusan dari sahabat saya yang mutusin cari kerjaan di U.S nulis betapa dia ikut bangga dan bahagia akhirnya saya lulus juga ah ya.. dengan segala keterbatasan saya.... lol . Kartu perpisahan dari para sahabat saya pas saya mutusin pergi ke ibukota lepas kuliah buat cari kerjaan, kartu ulang tahun masih dari para sahabat saya yang setia bersama saya yang segitunya nggak lupa tanggal lahir saya, juga bahkan kartu ucapan ulang tahun dari teman kantor di tahun pertama saya kerja, mereka letakkan diatas meja saya beserta bingkisan. Alhamdulillah saya bertemu mereka orang-orang baik.

Suka liat kartu dengan gambar-gambar cantik apalagi kalo ada tulisan atau quotes yang menarik. Kadang saya beli dan simpan sendiri. Sampai saat ini saya nggak berniat buat ngebuang apalagi ngehancurin surat dan kartu-kartu ini. Saya simpan aja biar jadi kenang-kenangan. Bersyukurnya dengan para sahabat kami masih saling menghubungi meskipun berjauhan. 

Tradisi berkirim kartu (macam kartu lebaran) apalagi surat, sudah jauh berkurang dengan maraknya penggunaan telpon dan internet yang menjangkau penerima secara lebih cepat dan murah. Cukup kirim sms mms e-mail atau bahkan penggunaan sosial media bisa saling berkirim ucapan ulang tahun hari raya belasungkawa dan sebagainya secara massal. Terlebih ala komunikasi macam smartphone semakin canggih saja. Bahkan saya dan sahabat saya sudah sejak lama sekali kami menghentikan saling berkirim surat karena kelamaan nyampenya sedangkan kami punya banyak cerita untuk dibagi, kami bertukar kabar dan cerita melalui e-mail atau media sosial lainnya seperti watsapp atau facebook.

Sekali waktu saya masih ingin melanjutkan tradisi berkirim kartu meski musti ke kantorpos dulu, beli perangko butuh beberapa hari buat sampai ke si penerima juga ongkos lebih mahal, tapi saya punya sesuatu untuk disimpan.

Comments

  1. miss the days when all messages were handwritten in a crisp sealed envelope and the smell of the writer’s fragrance :-)

    ReplyDelete
  2. Cantik ih kartu ucapannya... suka ya lihat surat banyak, apalagi baca2 lagi. Kayak mengingatkan masa lalu. Aku juga kalau pulang kampung, suka bongkar-bongkar lemari peninggalan waktu smp-sma, duh senengnya baca-baca surat, diary, dsb. Rasanya kembali ke masa lalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya trimakasih. Dikumpulin ceritanya kali-kali besok jadi pesohor trus kartu-kartu dan surat-surat itu dimuseumkan berasa jago nulis spt alm. Anne Frank hehe

      Delete
  3. wah masih disimpan :)
    saya dulu juga sempat punya sahabat pena & rajin surat-suratan sama temen SMP waktu jaman SMA. seru, rasanya nggak bisa digantikan dengan e-mail...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Masih disimpan, gak bisa digantikan dengan e-mail yg kalo kertasnya dicetak paling warna dasar putih polos aja beda dg surat dan kartu yg dikirim lewat pos :)

      Delete
  4. Kenangan yang khas dari surat dan kartu. Kebayang menulisnya berusaha minimal salah tulis krn sulit diedit.
    Terima kasih ya mbak, berkenan singgah di kebun seadanya.
    Salam

    ReplyDelete
  5. Buat saya usaha yg keras buat nulis. Sama-sama mbak rumah saya malah acak-acakan :)

    ReplyDelete
  6. simpan semua kenangan baik baik, kenangan bukan sampah yang dibuang gitu saja tetapi kenangan itu pelajaran untuk jadi lebih baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya apalagi kenangan bersama orang-orang terbaik yang (pernah) kita kenal, saya jadi ngebayanginnya kayak ibu Kartini surat-suratnya dibukukan :).
      Terimakasih ssudah mampir

      Delete
  7. Semua surat-surat maupun kartu saya hilang. Semakin kesini semakin menyadari kalau kurang bisa menyimpan kartu dan surat. Makanya sekarang lebih memilih difoto saja, misal hilang, kalau mau ingat masih ada file fotonya, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang kalau hilang ya. Kalau ada mesin scan, di scan aja di bikin folder. Di foto juga praktis itu ide bagus :)

      Delete
  8. Yang masih kusimpan sampe sekarang kartu ucapan waktu nikah sampe lahiran anak, isinya doa semua. Tujuannya biar dibaca anak ntar kalo dia udh bisa baca, semoga memotivasi dia supaya lebih baik karena didoain orang banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku suka idenya, kartu ucapan nikah dan lahiran disimpan dan diberikan ke anak agar kelak bisa mereka baca doa-doa terbaik dari saudara kerabat dan teman.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts