Warga Dunia

Sebenarnya ini bukan kali pertama kedua atau ketiga ketika seseorang bertanya pada saya "asli mana mbak?". Satu hari sepulang dari kantor dengan menumpang angkutan umum bernama taxi saya dan sopir bercakap-cakap tentang beberapa hal, tentang dimana pol (garasi) taxi yang sedang kami kendarai tentang dimana pak sopir tinggal? sampai akhirnya bapak sopir bertanya "mbak aslinya mana?" saya bilang saya dari jawa timur "asli Jawa mbak?" ya iyyalah masak saya dari ujung kulon? Saya membatin. Menurut si bapak " mbak nggak mirip orang jawa" saya bertanya lalu saya mirip orang mana? . Beberapa kali naik kopaja atau metromini kenek bus akan bicara pada saya dalam bahasa batak, baru setelah saya bicara dalam bhs. Indonesia mengatakan saya tidak mengerti yang diucapkannya mereka tahu saya Jawa , ahhh aksen saya memang masih medhok jawa meski sudah bertahun-tahun di jakarta, mau bagaimana lagi?

Pernah ketika saya terlibat percakapan dengan seseorang "are you Indonesian? " tanya orang ini padahal kami sudah ngobrol berjam-jam saya cerita ini itu tentang Indonesia yg saya tahu, lah koq?
" Iam Indonesian!  what do you mean? i speak very good Indonesian and pretty good Javanese because thats my origin" jawab saya senyum-senyum bingung.
" no i mean, your skin is lighter" hahahahaha sejak kapan kulit gelap ini disebut lighter?" lighter than who? pikir saya, karena kalau dikantor teman saya sering bilang "kamu nggak usah mudik, kalau mudik balik sini pasti tambah item".

Saat bicara dengan non-Indonesia mereka akan menyebut saya Thai atau filipino (saya bisa paham karena masih sama-sama Asia serumpun pula dan Indonesia tidak sepopuler Thailand atau Filipina saya rasa) atau beberapa kali bahkan dikira American-Indian,
sekali saya baca novel para priyayi (kalo gak salah, tolong koreksi kalau tidak sesuai) namun saya lupa pada halaman berapa ketika sang penulis menggambarkan perempuan jawa (kayak yang dari desa) adalah berkulit coklat atau agak gelap, rambut hitam, mata kecil, bibir tebal, dan bagian yang paling membuat saya tersadar adalah berhidung pesek (sambil gosok-gosok hidung) ahh andai saya kucing pasti saya berharga mahal karena hidung pesek saya, sayangnya saya bukan :D.

picture belongs to me
Kali lain, ketika saya berkunjung ke Bali, saya duduk di warung di pinggir pantai ketika bapak-bapak dan ibu-ibu bergerombol kemudian mengajak saya ngobrol dengan bahasa mereka, saya hanya senyum-senyum diam dan bilang " maaf tadi bertanya apa? saya tidak mengerti " salah seorang bapak bertanya "loh mbak datang darimana?" saya bilang saya dari jakarta, baru mereka tersadar "ohhh saya kira orang Bali" dan itu bukan kali pertama saya dianggap orang Bali,  well...meski pernah juga saya disapa dan dianggap sebagai turis Thailand dan kawan saya menimpali si penjual "no, she's from Holland" lah koq si penjual njawab lagi pake bahasa Belanda minta saya belanja di kiosnya, saya jawab sekenanya "nee ik heb geen geld" nggak, saya nggak punya duit jawab saya dan kami kabur sambil senyum-senyum. oalaaahhh bahkan orang Indonesia tidak populer dinegeri sendiri ?

Kembali tentang saya dan bapak sopir Taxi, ternyata bapak itu juga mengira saya orang Bali, "bapak pernah tinggal di Bali? pak sopir menjawab "saya pernah kerja disana".
Kadang saya mikirnya, ya sudahlah terserah darimana saya berasal, saya toh warga dunia :D .

Comments

  1. Waaahhh...lucu banget ceritanyaa.... enak dong mbak Ru kalau gitu, bisa nyamar jadi warga mana aja. Kalau aku sekilas pandang aja semua manusia bakal tau kalau orang Jawa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe mungkin kebetulan aja mbak sofi, kebetulan sempat sering dikira bukan orang lokal

      Delete
  2. Saya juga sering sekali mengalami hal begitu mbak, ditanyain orang mana. kalau aku jawab aku orang Aceh, lhaaa...malah gak percaya. Katanya, namaku aneh banget, kayak bukan nama orang Aceh, xixixii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya respon pertama panggilannya siapa? dan nama mbak memang cukup sulit diucapkan bahkan buat saya :)

      Delete
  3. Kalau aku karena dari Medan selalu dikirain orang Batak, padahal bukan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe dulu saya mengira semua yang dari Medan bersuku batak

      Delete
  4. Wahh, nice info gan! Makasih yaaa ^^

    ReplyDelete
  5. Emang Ru, Indonesia kurang populer. Taunya ya paling Bali tok.
    Aku sering dikira orang Malaysia atau Vietnam.

    ReplyDelete
  6. Lho, komenku gak muncul..��
    Indonesia mmng kurang populer Ru, paling pol taunya Bali.
    Aku seringnya dikira Malaysian or Vietnamese

    ReplyDelete
    Replies
    1. Malaysia lebih populer bagi yang pake kerudung ya, dan Bali lebih populer di banding Indonesia :(

      Delete
  7. salju emang bikin suasana jadi sesuatyu yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya apalagi yang dari negeri tropis pertama lihat salju. Terimakasih sudah mampir :)

      Delete

Post a Comment

Popular Posts