Nyekar

Nyekar, saya belum googling istilah nyekar, tapi kata nyekar ini menurut saya dekat banget dengan Sekar (bhs jawa) artinya bunga. Nyekar sendiri adalah istilah untuk berkunjung ke makam. Apa karena berkunjung ke makam identik dengan membawa bunga? Baik itu seikat bunga atau campuran kelopak bunga mawar melati dan irisan daun pandan wangi yang banyak dijual didepan makam?

Menjelang Ramadhan begini makam cukup ramai pengunjung. Sekeluarga mengunjungi makam orangtua saudara kerabat yang sudah berpulang. Rasanya juga haru melihat mereka ada yg membaca doa bersama dan membaca Al-Quran disisi makam keluarga mereka.

Biasanya juga dimafaatkan tukang bersih dadakan yang bawa sapu lidi mereka akan mendekati sekelompok keluarga/ pengunjung yg sedang berkumpul mengelilingi satu makam, tukang bersih dadakan ini ikutan bersihin makam nyapu-nyapu ngarepin imbalan. Juga penjual bunga tabur yang mulai ramai bahkan kayaknya stok bunga tabur mereka lebih banyak dibanding hari-hari biasa.

ngambil fotonya asal aja, maksudnya mo kasih tau tuh banyak yang parkit kendaraan depan komplek pemakaman, juga sebenarnya ada lebih banyak pedagang bunga disisi trotoar.
Saya nggak nyinggung sol hukum nyekar atau zirah kekuburan disini. Dalam keluarga besar saya kami tidak biasa melakukan tradisi nyekar apalagi menjelang Ramadhan, lebaran atau saat lebaran itu sendiri. Urusan bersih-bersih makam kami serahkan ke kang ri yang dibayar ibu secara harian untuk membersihkan makam. Atau ketika paman masih ada,  paman yang bersihin makam keluarga, slese bersih-bersih akan mampir rumah sekedar cerita bagaimana kondisi makam saat itu. Beda dengan adik ipar sepupu (gimana sih istilahnya? ipar sepupu ini maksud saya suami atau istri dari adik sepupu) yang rajin mengunjungi makam keluarga di hari biasa ketika mereka berkunjung atau saat menjelang ramadhan begini.

Saya sendiri paling hanya dua kali mengunjungi makam di kampung itupun sejak berangkat sudah musti siapin mental dengan mengucap mantra "tidak boleh nangis!", tidak pula bawa Al-Quran untuk mengaji disamping makam (please jangan ada perdebatan soal ini setiap orang punya cara berbeda ya :) ).

Jadi setiba di makam mengucap salam pada ahli kubur kami duduk disisi makam dibersihkan sedikit, sisanya kami biarkan tumbuhan liar tumbuh rapi karena insha allah mereka juga turut berdoa dan mendoakan, kami pun akan berdoa sebentar membaca surat pendek Al-Quran yang kami hafal.

Sejak budhe (kakak dari pihak ibu/bapak, dalam cerita ini adalah kakak dari pihak ibu) meninggal 5th lalu saya usahain untuk nengok makam budhe & pakdhe sekali waktu, saya tidak membeli bunga dan menaburkannya di atas pusara mereka justru sambil jalan kaki saya akan memungut di tanah  bunga2 kamboja yang tumbuh di area pemakaman kemudian akan saya letakkan diatas makam mereka. Kunjungan saya ke tempat peristirahatan terakgir mereka sudah membuat mbah putri senang karena ada yang memperhatikan makam anaknya.

makam pak dhe, bunga rumput liar yang saya petik dijalanan menuju makam
Tujuan saya ke sana adaah untuk melihat kondisi makam, terawatkah? meski ada juru bersih2 komplek makam . Sebenarnya sebelum berangkat  saya sudah mengucap mantra "tidak boleh menangis di makam" tapi entahlah airmata ini tidak bisa dibendung setiap mengunjungi pusara budhe&pakdhe.

Ingat bagaimana dulu kami biasa ngobrol & memperdebatkan banyak hal & bikin kesel. Biasalah ya anak muda & orangtua dari generasi yang berbeda cerita pengalamannya pasti berbeda-beda.  Apalagi Ramadhan yang dah di depan mata ini (insha allah saya besok mulai puasa) antara bahagia masih dikasih umur ngerasain Ramadahan, juga haru mengingat keluarga kerabat sahabat yang dah berpulang, tinggal doa dari yang masih hidup ini mendoakan mereka yang sudah kembali berpulang agar Allahswt mengampuni salah khilaf mereka diterima amal ibadah dan dilapangkan kuburnya.

pengunjung makam







Comments

  1. Di Riau juga namanya nyekar Mba Ru. Tapi kemaren pas aku tanya ke temanku yang asli Pasuruan Jawa Timur kok malah gak tau sama sekali. Aku pernah ikut nyekar waktu masih kecil, Mbak. Sekarang gak pernah lagi, Biasanya nyekar itu waktu lebaran hari pertama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya istilah nyekar itu juga dah cukup familiar ya berikut tradisinya juga. Oh ya? Teman pasuruannya ga familiar dg istilah itu?. Kl disini menjelang Ramadhan juga ramai pengunjung makam dibanding hari biasa mbal sofi.

      Delete
  2. Menjaga tradisi ya....
    Selamat Ramadhan...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Terimakasih selamat Ramadhan :)

      Delete
  3. Kalau awal bulan Ramadhan atau riyoyoan itu ada dua istilah yang menjadi tradisi kita dijawa, yakni nyekar dan megengan, aku mau nulis tentang dua tradisi ini, laaaa kok sampe Indonesia sibuk mbadok ora nulis nulis..... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Megengan slametan, ada kerabat yg hobby megengan tiap enjelang Ramadhan aku paling suka kalo dapat ater-ateran hahaha.

      Mbak zulfa dah nyampe di udik? (Sunda, Udik = kampung)

      Delete

Post a Comment

Popular Posts