Ada hikmahnya

Judul diatas dah kayak judul sinetron aja. Kamis tgl 16 Juli kemarin berarti tepat seminggu saya berangkat mudik dan ohhhh waktu benar-benar cepat berlalu 1 shawal sudah lewat satu minggu saja. Kamis kemarin saya menunggu di bandara berbekal beberapa buku bacaan yang saya bawa. Saya, antara konsen dan nggak untuk baca buku, sambil memperhatikan setiap sudut boarding lounge dan para penumpangnya betapa saya menyukai airport.

Menjelang mudik saya sempat galau, saya urung memesan tiket pesawat maskapai yang biasa saya tumpangi setiap saya pulang (karena tidak banyak maskapai penerbangan menuju Malang) kali ini saya mengikuti saran beberapa kawan untuk booked tiket mendekati keberangkatan saja yang berdasarkan pengalaman mereka harganya bisa lebih murah. Satu bulan menjelang lebaran saya baru sadar belum pesan tiket. Surprised, karena tiket maskapai yang akan saya pesan tujuan Malang sudah habis disemua jadwal penerbangan. Harga tiket maskapai lainnya ampun mahalnya kebangetan.

Sambil google tiket di travel agent akhirnya dapat yang lebih murah diantara maskapai lainnya ditanggal tersebut, meski harganya lebih mahal dari maskapai pilihan sebelumnya. Ga da pilihan lain tiket kebeli juga dengan perasaan nyesek sedih gundah-gulana harga tiket yang mahhal banget buat dompet saya, jauh lebih mahal dibanding tahun lalu, dan tolong jangan sarankan saya untuk  menggunakan kereta api karena saya sudah melek-an  buat pesan tiket lebaran sayangnya sudah habis 45 menit sejak dibuka & aksesnya sulit banget, jangan pula sarankan dengan menggunakan bus atau nggak mudik sekalian.

Akhirnya booked tiket maskapai yang paling murah diantara lainnya dengan jadwal terpagi pukul 5.30 duh pagi banget. Seminggu menjelang keberangkatan dapat sms pemberitahuan bahwa jadwal keberangkaan mundur menjadi pukul 7.45 lega rasanya.

Cuaca hari itu cerah, penerbangan berjalan lancar dari maskapai yang baru kali ini saya coba gunakan, sayang pendaratan yang tidak begitu mulus menurut saya karena saya merasakan sedikit goncangan ketika roda pesawat menyentuh landasan pacu sampai tubuh saya bergoncang pertama kalinya ngerasain pendaratan seperti kemarin.

saya disambut suhu 23°C di kota kelahiran. Begitu keluar dari badan pesawat sambil menuruni anak tangga saya melihat langit yang lebih biru dan udara yang lebih segar.

Mendarat di bandara Malang disambut suhu 23dc, tampak gunung menyembul dibalik gedung
Dengan menumpang Taxi bandara yang mematok harga Rp. 80rb menuju rumah saya yang hanya ditempuh tidak sampai 30menit saya akhirnya pulang untuk merayakan lebaran esok hari 17 Juli 2015/ 1 shawal 1436H, harga segitu mahal buat saya dan setiap tahun harganya naik 5000, tahun lalu 75rb.

Tiba dirumah disambut ibu juga para penggemar berat saya yang setia mereka adalah para keponakan yang dititipkan orangtua mereka untuk menghabiskan liburan dan berlebaran dirumah si nenek sedang sang orangtua musti kembali kerumah mereka karena tidak bisa cuti kerja. Terimakasih untuk ning-ning saya, biasanya saya merayakan lebaran hanya bersama ibu& mbah putri saja.

Pukul 13wib ning saya yang berdomisili di provinsi lain menghubungi ibu menanyakan apakah saya sudah tiba dirumah, karena bandara Abd. Saleh-Malang ditutup sejak pukul 12-an siang tidak ada penerbangan yang keluar ataupun masuk ke Malang akibat debu erupsi gunung raung.

Duh, saya tak henti bersyukur jika saja saya memilih maskapai yang biasa saya tumpangi, saya tidak akan bisa berlebaran dihari pertama dengan ibu mbah putri dan keponakan-keponakan, padahal ketika saya tidak bisa mendapatkan tiket maskapai tersebut yang sudah fullbooked keselnya kebangetan. Ternyata ada hikmahnya memesan maskapai lain meskipun lebih mahal. Berita soal batal terbang penumpang pesawat tujuan Malang & Surabaya bisa dibaca disini.





Comments

  1. Akhirnya Mbak Ru pulang kampung jugaaa.... Waktu pulang kemaren (seminggu sebelum lebaran) alhamdulillah tiket ke Batam masih murah meriah. Tapi ongkos transportasi taksi dan boat antar pulau mahalnya duuuuhh... Oh ya, gimana suasana lebaran di Malang, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak sofi alhamdulillah, oh ya mbak sofi masih musti nyebrang ke pulau ya? Tapi alhamdulillah ya lebaran bisa kumpul keluarga

      Delete
  2. Eh, kamu aslinya Malang? Aku dulu kuliah di malang lho..... kalau tahu situ ke Malang bisa kopdaran lho.... Mungkin next time ya.... Malang itu nggak pernah ada bosennya. Sejuk plus dingin, bikin doyan makan. Tapi kapan hari ke malang malah macet. semakin padat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Arema mbak, kera ngalam hahhaha. Alumnus univ. Di malang? Wah hebat bisa nyampe luar negeri. Musim panas begini malang justru dingin makan mulu apalagi bakso seala macam dimana-mana, dan emang malang macet sekarang :( insha allah kapan2 bisa kopdar ya mbak :)

      Delete
  3. Kemarin memang banyak bandara yang ditutup karena letusan gunung raung sih ya? Udah rejekinya bisa pulang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi bandara ngurah rai - denpasar yang ditutup beberapa lama, alhamdulillah bisa pulang mudik tepat waktu

      Delete
  4. Wahh naik taxinya 80rb wajar sih kalo 30 menit, tapi taxi di Indo jauh lebih murah dibanding luar negeri :))

    VONNYDU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berdasar pengalaman taxi bandara lebih mahal dibanding taxi biasa, ini kalo saya dari rumah menuju bandara pas pake bukan taxi bandara. Saya sudah intip blognya Nice, terimakasih sudah mampir :)

      Delete

Post a Comment

Popular Posts