Belanja di pasar grosir sayur

Mudik kemarin atas rekomendasi bulek (ibu cilik: ibu kecil adik dari ibu/ayah = tante) kami pergi ke pasar karangploso, ini adalah pasar tradisional bisa dibilang pasar grosir sayuran yang terletak di kabupaten Malang, sebenarmya juga bukan satu-satunya pasar grosir sayuran yang ada di wilayah kabupaten ini.

Kalau dari arah surabaya menuju Batu lewat jalan pintas karang ploso pasti akan melewati pasar ini. Memang jauh dari rumah kami, mumpung ada kakak ipar yang mau nyetir nganter kami sepulang silaturahmi kerumah saudara. Kami tiba dipasar pukul 14-wib, sudah tidak banyak pedagang dan pembeli saat itu mungkin juga karena sudah cukup siang.





Bedanya dengan pasar tradisional dekat kecamatan desa saya, pedagang disini banyak yang berdagang diatas mobil pickup sayuran yang mereka bawa tidak bervariasi namun dalam jumlah besar wajarlah ya mereka ini kan pedagang grosir. Meskipun pasar grosir, beberapa pedagang melayani penjualan skala kecil dibawah 2Kg. Berdiri di area kosong yang cukup luas tidak tampak lapak (semi) permanen yang dibangun pedagang, selain itu tampak pula pedagang yang menggelar dagangannya di atas tanah dialasi plastik atau ember atau tikar seadanya, soal harga bisa jauh lebih miring dibanding pasar kecamatan dekat rumah. 

Hoby ke pasar tradisional, berkunjung ke pasar tradisional membawa keasikan sendiri buat saya, memang mudah belanja di supermarket tiap item barang ditempel barcode&harga tidak perlu bertanya kecuali yang tanpa barcode harga, dipasar tradisional bagian ikan-ikanan sering kali becek bau amis terlebih selepas hujan atau kita kerap musti tawar menawar harga terlebih dahulu dua hal ini yang kadang bikin malas. 

Saya paling suka melihat interaksi penjual dan pembeli di pasar tradisional.  Saling menyapa seolah sudah mengenal bertahun-tahun, iya sih mungkin aja, atau seakan mereka adalah kerabat dekat. Bahkan kalau anak jaman sekarang menggunakan istilah "kepo" seolah si ini bukan sekedar bertanya kabar tapi juga apa saja macam "anaknya sekolah dimana?" " oh.. si fulan dah nikah? Dengan siapa? Akhirnya...." atau sambil menawarkan dagangan mereka bisa saling bertukar resep masakan. 

Pasar karang ploso, balik lagi ke pasar karangploso lebaran kemarin, ibu saya lagi hoby banget sama paprika. Tujuan utama ibu kalau nyampe pasar ini bakal belanja paprika dan benar saja begitu melihat pedagang paprika di atas pick-up langsung diserbunya terlebih paprika yang dijual menurut pedagangnya adalah kualitas 1, daging dan  warna paprika yang masih terlihat segar merah kuning hijau (kayak traficlight) ibu membeli beberapa kilo harganya bisa lebih murah dibanding di supermarket dan dipasar kecamatan tidak ada paprika. 




Foto, Ketika di pasar tahu saya mengeluarkan si Niko para pedagang tidak menolak di foto bahkan dengan suka rela meminta agar mereka atau rekannya sesama pedagang juga difoto "fotoen aku mbak, cek dulurku ndik kalimantan eruh" (tolong foto saya mbak, biar saudara saya di kalimantan tahu), atau seorang ibu paruh baya yang minta di foto yang bahkan sempat merapikan kerudungnya terlebih dahulu, sayang hasil foto saya tidak bagus, masih musti sering belajar.

Menjelang pukul 4.30 sore banyak pedagang yang mulai mengemas sisa dagangannya dan meninggalkan pasar. Melihat pasar yang mulai semakin sepi dan merasa sudah cukup berbelanja kamipun turut meninggalkan pasar. 


Melihat sayuran begini sebenarnya kami tidak ingin buru-buru pulang

Comments

  1. pasar tradisional itu memang melting pot ya, mulai dari gosip sampai berita teranyar pasti jd bahan pembicaraan nya :-)

    * * *

    Jalan2Liburan → Toko Buku Atlantis di Santorini, Salah Satu Toko Buku Tercantik di Dunia

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyya, kalau ke pasar jadinya saya suka nguping hahaha

      Delete
  2. Itu lah para pedagang di pasar tradisional kita, ramah dan penuh guyon. Senang kalau di foto padahal mereka tidak akan melihat hasilnya. Salah satu sebab yang bikin aku juga betah di pasar tradisional, Mbak Ru :)

    ReplyDelete
  3. Benar bu bukannya SKSD sok kenal sok dekat tapi memang mereka ramah ya :)

    ReplyDelete
  4. Dulu waktu kuliah sering kesini buat beli wortel sama kembang kol, murah. Kadang cari penjual jamur, sekarang penjual jamur dimana mana

    Suka sama pasar di malang, lihat sayuran seger seger :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang dipasar ini ga da jual cenil dan atau nasi jagung mbak hehehe

      Delete

Post a Comment

Popular Posts