Menemukan "Cinta" di Erasmus Taal Centrum


Saya tidak tahu bagaimana persisnya ketertarikan saya bermula, apakah ketika itu saya menemukan kamus kuno di rak buku bapak yang  bisa jadi  bapak saya beli di pasar buku loak splendid-malang atau apakan milik mbahkung saya? hummyangbenarajambahkungpunyakamus?. Ketika saya mulai membuka kamus itu ada banyak kata yang sama, kamus Nederland-Engels Engels-Nederland itu selalu saya bolak balik saya buka halaman perhalaman, kantoor kamer makelaar asbaak handoek saya sering tersenyum geli, cukup banyak juga kata-kata dalam bahasa Belanda yang diadopsi/ diserap ke dalam bahasa Indonesia. Saya sekitar 12 tahun saat itu dan bodoh dan masih belum mengerti jelas tentang penjajahan Belanda kecuali lebih banyak yang mengatakan bahwa " Penjajah jahat!" ya...ya... Mbahkung saya yang berkisah pernah dijadikan pekerja paksa di jaman Jepang namun sering menggumamkan lagu Kimigayo. Tapi entahlah, saya lebih penasaran dengan bahasanya sejarahnya semuanya. Belanda.

Sebelum saya memutuskan hijrah ke Ibukota, saya selalu berkeinginan untuk mempelajari bahasa penjajah ini nanti di Jakarta. Padahal banyak yang memprotes "itu kan bahasa penjajah". Ternyata saya menemukan teman satu kerjaan yang memiliki ketertarikan dan keinginan yang sama. Kami mendaftar kursusu bahasa Belanda di Erasmus Taal Centrum di kuningan-Jakarta. Hari pertama saya dan karib saya belajar bhs.Belanda di Erasmus Taal Centrum adalah ketika docent kami bertanya “waroom studeer je Nederlands?” mengapa kamu belajar bhs.Belanda? semua dikelas bisa menjawab memiliki alasan yang menarik diantaranya karena sekolah, karena mengikuti pasangan, sedang saya dan karib saya tidak memiliki  jawaban, tidak perihal sekolah, pasangan kami tak punya, atau sekedar teman dan kenalan pun tak ada, jawaban  sekedar pengen saja kurang memuaskan, akhirnya jawaban kami saat itu adalah untuk bersosialisasi dan menghabiskan akhir minggu. Semua bertanya mengapa Belanda? Mengapa bukan Jepang Cina Korea atau Perancis? Bahasa-bahasa itu bisa digunakan untuk mendapatkan pekerjaan, menurut mereka, mengapa Belanda? Kotanya tidak seindah yang terlihat di TV dan blahblahblah.

Saya pernah mempelajari bhs.Jerman yang sulit itu tapi bhs.Belanda sekalipun tidak terlalu populer tetap menarik perhatian saya. Tahu akan ketertarikan saya pada negeri ini, Ning saya memberikan saya sebuah buku bekas yang didapatnya dari pasar buku bekas di Senen berjudul AMSTERDAM berisi tentang gambar arsitektur modern di Amsterdam. Saya dan karib saya punya keinginan yang sama, kelak kami ingin berkunjung ke tanah penjajah itu :D. Karib saya bisa segera mewujudkannya, karena dia pindah mengikuti suaminya di Norway, sedangkan saya butuh beberapa waktu.

Dengan  karib saya dijemput Mbak Di dan meneer di Schippol
Tempat favorit saya dan karib saya adalah bibliotheek atau perpustakaan, kami yang memilih kelas jam 13.00wib lebih sering datang di awal demi bisa nongkrong sekedar membaca meminjam buku dan menonton DVD di Bibliotheek  di erasmus. Di Erasmus kami bertemu opa Alex dan kawan-kawannya, dan oh di Erasmus bahkan saya menemukan “ CINTA “  masa kecil saya, mungkin jika saya tidak pernah belajar di Erasmus Taal Centrum saya tidak akan pernah menemukannya lagi. Cinta saya pada Jip en Janneke atau dalam versi Indonesia Tini dan Tono yang sudah saya baca sejak kelas 3 SD.


Saya tidak menuntaskan kursus saya di Erasmus karena banyak hal sebuahalasanyangdibuatbuat. Pada satu kesempatan akhirnya saya bisa mengunjungi negeri Belanda. Dengan menumpang maskapai milik negeri itu, pertama kali memasuki ruang pesawat disapa para crew mendengar mereka berceloteh satu sama lain atau kepada para penumpang saya tahu saya rindu mendengar suara-suara asing bahasa yang sempat saya pelajari dan kerinduan saya terobati lebay , atau ketika tiba di Schippol disambut oleh Mbak Di kawan sekelas kami di Erasmus dan suaminya meneer yang menyambut saya dengan sapaan Belanda saya tergugup meneer  kerap berbicara dalam bhs. Belanda dengan saya “ik begrijp je niet meneer, ik spreek geen Nederland"  saya bilang saya tidak mengerti maksud anda meneer saya tidak bisa bhs.Belanda, meneer hanya terkekeh dengan jawaban saya dan mbak Di pun tersenyum, menurut meneer saya harus mulai berlatih lagi karena disinilah kesempatan saya berpraktek menggunakan bhs Belanda. Kalau ditanya apakah saya bisa atau sekedar mengerti bahasa Belanda? TIDAK saya sudah lupa yang saya pelajari dahulu dan karena tidak pernah membaca dan tidak memiliki kawan untuk berlatih kecuali dengan menonton dan mendengarkan musik Belanda.


Comments

  1. Kalau udah suka apapun bisa dilakukan ya Mbak Ru. Meski kadang orang lain bertanya-tanya, apa gunanya sih? emang lo mau tinggal di sana? cuek aja. Kadang kita ngelakuin itu untuk kebahagiaan sendiri, toh oranglain gak tahu kan apa2 aja yang bisa buat kita seneng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mbak sofi, apalagi saya suka belajar bahasa tapi liat bhs perancis yg tulisan&baca ga sama, atau bhs. Cina korea jepang yg tulisannya begitu musti belajar 2X saya keder duluan hehehe.

      Delete
  2. Ru,

    Leuk dat je hierover geschreven hebt. Stuur je me adres s.v.p zodat ik je iets kan verzenden.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh Terimakasih mbak Yo, saya tidak tahu bagaimana menulisnya dalam bahasa Belanda, maar ja, ik zal U mijn adres te sturen

      Delete
  3. Halo mbak...hehehe..sayang ya kursusnya ga dilanjutkan. Dlu ditempat saya les bahasa Belanda di Jogja, ada satu kelas yg awet lho sampai level 6 kalau ga salah, pdhal anggotanya rata rata 'hanya' hobi mempelajari bahasa ini.

    oja,handdoek, pienter, spannend jg terserap bahasa kita ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teman-temannya dah pada menyebar kemana-mana mbak :( . Iya saya heran konon katanya pienter ini dr bhs. Belanda kirain murni indonesia .
      Makasih mbak Dede kunjungan baliknya :)

      Delete
  4. Aku kenal Erasmus itu beasiswanya, waktu lulus kuliah getol hunting beasiswa keluar negeri. Sekarang duduk cantik dirumah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Erasmus mundus program. Erasmus universitet sempat ngarepin itu, tapi kalo aku mah Erasmus taal centrum hehe

      Delete

Post a Comment

Popular Posts