You've got mail

Pinjam judul dari film Ini yang memang film lama, mulai tayang pada Desember 1998 saya sendiri tidak ingat kapan pertama kali nonton. Seperti biasa saya akan nonton film favorit saya beberapa kali termasuk You've got mail ini.

Bukan film drama yang bikin super sedih karena film ini bergenre drama komedi romantis, tentang Youve got mail yang ditulis oleh Nora Ephron ceritanya bertebaran di google salah satunya bisa dibaca disini.

http://enfuzed.com

Setelah menonton film ini lagi saya teringat beberapa hal. Jaman jaya-jayanya MIRC dahulu saya juga suka chatting dengan strangers, dilanjutkan bertukar kabar via e-mail saya kemudian menganggap mereka sebagai penpal.

Kemudian karena bosan MIRC dan kelamaan tidak mengakses e-mail akun saya tidak bisa dibuka lagi lupa password tidak bisa berkirim kabar dengan penpal, memang sih saya bisa bikin akun baru dan melanjutkan pertemanan, hanya saya sudah terlanjur bosan dan malas. Padahal dulu setiap sebelum saya buka e-mail selalu ada  perasaan penasaran dengan "kira-kira siapa saja yang ngirimin saya e-mail, apa yang akan mereka ceritakan, udah dibales belum ya e-mail saya dari si "ehem" ?".

Ok, ini bukan tentang MIRC "shop around the corner"(duh toko ini cakep) atau Kathleen Kelly & Joe Fox. Ini tentang perilaku ber e-mail SAYA sekarang.

Sejak lulus kuliah saya dan para sahabat berpencar memilih kehidupan masing-masing, ada yang pulang ke kampung halaman mereka ada yang merantau di Indonesia bagian lain, beberapa merantau ke luar negeri untuk bekerja.
Untuk bertukar kabar kami menggunakan e-mail, ah ya, jaman dulu juga marak milist ya mailinglist group diskusi, hoby dan sejenisnya.

Saya sempat menyesal ketika pindah ke Jakarta  ditempat saya tinggal, tidak banyak warnet dan lebih dari satu bulan saya tidak membuka akun e-mail saya sehingga semua e-mail yang pernah ada hilang, saya kehilangan kabar cerita,  kebetulan seorang teman mengirim cerita melalui attachment.

Banyak cerita dari kawan-kawan saya dalam e-mail itu yang sayang tidak ada lagi bekasnya. kira-kira bisa nggak ya e-mail-email saya yang kehapus itu dibalikin lagi? Nanyasendiri sungguh saya penasaran dengan isi attachmentnya (atau jika toh saya membaca isi attachmentnya akan jadi penyesalan seumur hidup saya sekarang? drama).

Beberapa tahun belakangan  ini saya tidak banyak menerima e-mail dari kawan-kawan baik yang tinggalnya berjauhan, e-mail dari kawan lainnya hanya bisa dihitung dengan jari itupun karena kami tidak saling menyimpan nomor handphone, biasanya ini golongan kenalan & teman biasa tapi mereka baik dan masih bertukar kabar.

Dengan maraknya social media sekarang ini fungsi e-mail untuk SAYA  bercerita& bertukar kabar dengan kawan-kawan digantikan dengan facebook messanger (on and off dengan FB), dan lebih banyak dengan  watsapp. Diluar kawan, paling sering terima e-mail yang hanya berisi info iklan tawaran ini-itu dari bank apalah, atau petisi apa. 

Kabarnya Pesan yang pernah masuk watsapp pun masih bisa kita arsipkan dengan cara mengirimkannya ke alamat e-mail, saya belum pernah mencoba. Setelah menonton film ini saya teringat saya dulu, ketika membuka akun e-mail saya berderet menemukan nama-nama yang mengirimkan e-mail untuk saya, saya klik nama pengirimnya  mulai membaca dan membalas satu persatu.

Ok saya masih berkirim e-mail ke kolega kerja urusannya juga kerjaan.

-Ru-

Comments

  1. sekarang nonton film ini lagi udah keliatan retro nya ya, padahal thn 98 kan gak lama2 amat :))

    ReplyDelete
  2. Omaga ... kamu main MIRC juga ???ketauan umur nya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha bung Cumi aku saat ini masih Teenager ;)

      Delete
  3. Hahaha MIRC juga, aku ngakak gulung gulung teringat di 'mas' Bule disana *plakkkkkk. Jadi pingin uda kembali.

    Sekarang banyak ya ruuuu cerita cinta karena chatiing gini, nggak hanya MIRC tapi banyakkkkkkk media disana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba MIRC dah sleseusim sosmed ehhh temanku iseng-iseng di facebook ketemu jodohnya, ya begitulah ya ;)

      Delete
  4. Aku justru sekarang lebih banyak komunikasi lewat email. Karena sejak berganti nomer Belanda, memang membatasi diri berkomunikasi lewat whatsapp. jadi memberikan nomer ke orang2 yang dirasa dekat dan perlu saja. Selebihnya ya komunikasi lewat email

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih aman begitu memang ya den, aku juga ga kasih no yang ber-watsapp ke yang nggak dikenal.biasa ya.. di Indonesia meskipun ga sibuk bisa punya lebih dari satu no. Hp hehehehe.etapi kadang juga suka ditanya no ber-watsapp sama yang belun lama kukenal jadi saya selidik dulu kalau mo ngasih

      Delete

Post a Comment

Popular Posts