Hasil jerihpayah di akhir minggu



Menjawab tantangan kawan baik saya Ci untuk membuat kue, setelah minggu sebelumnya saya gagal membuat sus goreng resep kiriman dari sahabat saya agent watanabe, akhirnya saya eksekusi juga bahan-bahan yang telah ada.

Minggu kemarin, maunya saya bikin lumpia/ loenpia (?) "kurang menantang ru!" Begitu menurut Ci, karena bumbunya  ditumis aja, kulit lumpia bisa dibeli meskipun saya niat bikin sendiri. Keder sebenarnya, bikin kue tanpa didampingi ibu sedangkan jam terbang Ci urusan memasak dan bikin kue lebih tinggi dibanding saya.

Karena dirumah sedang sepi tidak ada orang kecuali saya dan Ci, kuatir jika proyek eksperiman saya gagal tidak ada yang membantu menghabiskan kue, berpikir kira-kira kue apa yang bisa awet disimpan lama?, akhirnya saya terima nikahnyaNicholasSaputra saran karib saya.

Buat banyak orang mungkin kue ini sangat mudah dibuat, bahkan tidak ada tantangannya sama sekali, namun berhubung seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa ini adalah pertama kalinya bikin kue tanpa didampingi ibu, saya seolah mempersiapkan hajatan selain dana juga musti siap tenaga dan khususnya mental, mental menerima kritikan. Dan saya memutuskan untuk membuat.... taddaaa... Kue favorit hari raya Nastar (berdasarkan saran karib dan setelah ditimbang-timbang).

Karena Ibu dah wanti-wanti "Selainya jangan terlalu basah jangan terlalu kering ya" begitu bilangnya. Sedang saya ga paham bagaimana mengukur ke-matang-an selai secara pas, saya memutuskan untuk minta pendapat Ci soal selai, begitu dia bilang selai sudah pas matangnya ahhh lega.

Ibu juga wanti-wanti Kalau terlalu manis kebanyakan gula kue akan terlalu ngembang ga berbentuk, kalau adonan terlalu keras tambahin mentega/ margarine, terlalu kalis tambahin tepung, kemudian kami tertawa kalau terus saja begitu gak akan jadi kuenya, kata ibu "PD aja, ga sulit koq" saya memang berlebihan. 

Minta pendapat Ci lagi soal adonan, meski menurutnya adonan saya sudah pas tetap saja saya sempat nambahin 3sdm margarine. Tuh kan... saya belum PD benar.

Mulai membuat selai nanas
Saya mengabaikan beberapa tips yang saya baca, bukan karena sombong sok bisa, tapi maunya cepat selesai, padahal mustinya ga boleh gitu ya.

Saya mengabaikan Tips yang agar saat menguleni adonan menggunakan sendok kayu, bukan langsung dengan tangan. Adonan simpan dulu +/- 1jam sebelum dicetak dan di oven.

Menurut Ci hasil dari dia baca-baca, agar kue terlihat mengkilat olesi dengan campuran kuning telor dan susu kental manis, Ci bahkan mau repot membeli susu kental karena ketiadaan stok dirumah.

Sedangkan menurut tips yang saya baca untuk olesannnya gunakan campuran kuning telor+1sdm minyak sayur/goreng+1sdm air putih bahkan ada yang ditambah madu agar kue terlihat kuning cerah mengkilat.

Menggunakan cara Ci, dan karena mengabaikan tips para expert, kue saya  memang tampak sedikit pucat, namun begitu soal rasa lumayanlah memujisendiripentingitu

Kue saya juga ga ngembang kayak kebanyakan gula seperti yang disebutkan ibu. Menurut Ci manisnya juga sudah pas, hahahaha lagi-lagi saya lega, padahal saya dah siap terima segala kritik. Tapi Ci tidak begitu, dia teman yang baik dan jadi supporter tanpa melakukan banyak intervensi saat saya membuat Natar, sama seperti ibu dia juga bilang "PD aja!".

Lain waktu inshaallah saya akan bikin lagi dengan memperhatikan tips dan saran dari yang sudah expert. Untuk saat ini saya nikmati saja hasil jerih payah saya.


Keluar dari Oven.





Ohh sudah masuk bulan Maret saja, Selamat datang bulan baru.

-Ru-

Comments

Popular Posts