Terimakasih mba Boss

Beberapa hari lalu salah satu boss dikantor nanya apkah saya suka membaca novel?, saya iyain karena memang saya suka baca novel (baca non-fiksi juga sebenarnya). Mengalirlah obrolan kami pagi hari sebelum mulai kerja. Bertukar cerita tentang bacaan yang kami suka.

Bos ini cewe, dia mengaku pecinta novel bergenre Amore (saya kira itu disebut genre ya), malas baca yang terlalu banyak mikir katanya, malas membaca yang terlalu sastra, tidak suka novel yang selalu sering menyebut subyeknya lu atau gue,  suka cerita romantis dan yang happy ending. Penggemar Mira W dan mengoleksi novelnya, juga pembaca komik kho ping ho. Mungkin mba boss juga malas membaca novel petualangan atau thriller saya juga ga mau baca thriller, takut. Novel sebagai sarana rekreasi maunya baca yang santai saja yang berat cukup urusan kerjaan di kantor :).

Saya paling suka obrolan begini, bertukar cerita tentang buku yang dibaca dan perasaan setelah membaca buku favorit, berakhir dengan saling merekomendasikan buku bacaan  dan kemarin mba boss sempat bilang "ntar deh gue bawain buku yang gue suka dan lu bisa baca". Dari obrolan kami saya menilai minat genre kami berbeda.

Setelahnya Mba bos masuk ruang kerjanya dan kembali kemeja saya nyodorin sebuah buku yang sudah selesai dibacanya dia sengaja bawa buat saya baca "bukan buku yang bakal gue baca dua kali sih, tapi lumayanlah ceritanya ringan".

Buku sebanyak 325halaman itu langung saya baca sepulang kerja dari pukul 9-11 malam menjelang tidur dan saya selesaikan sebelum saya berangkat ke kantor dipagi hari.  Saya skip beberapa halaman juga bagian yang saya kira tidak terlalu penting.

Daripada ga da yang dilihat, lihat ini aja :D
Keesokan harinya saya kembalikan lagi kepada pemilik yang tampak surprise, cepat juga saya bacanya "gimana?" Tanya mba bos. Gimana ya? Maunya bilang not my kind of book tapi ga mau ngecewain saya benar-benar hargain dia bawa novel itu untuk saya baca, saya jawabnya "mirip sinetron ya mba" karena  ada  adegan yang uhmm piye ya ngomongnya?, gini nih ada satu adegan dalam cerita itu dimana si cewe tiba-tiba ga sengaja jatuh terantuk batu apalah kemudian ditangkap si cowo seakan meluk dan wajah mereka beradu saling menatap.  Saya sering lihat yang begitu jadi bosan terusmaunyakalaujatuhbiarinjatuhdandiketawain?.

Samalah dengan mba boss, bukan novel yang akan saya baca dua kali, tapi lumayan setidaknya saya sudah baca genre ini dan sebagai teman tidur juga.

Saya lupa apa sempat bilang terimakasih ke mba bos ya?

Selamat berakhir minggu
-Ru-



Comments

  1. Mbak bosnya baik banget, Mbak Ru. Masih novel yang sudah ia baca. Aku juga suka bosan membaca novel novel yang plot-plot nya sudah ketebak atau sudah sering digunakan. Paling senang kalau banyak twisted di dalam cerita :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena sama-sama pembaca novel. Sama mba Evi kalau sudah ketebak gitu biasanya tidak akan saya simpan saya hibahkan.

      Delete
  2. Hijau segar fotonya....
    saya sdh ngga sanggup baca novel berat atau romans...kecuali ada humornya....salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makasih
      Sama fee, aku juga masih baca chicklit koq

      Delete
  3. Sama Ru, aku juga paling males baca Novel loo Gue.
    kalau sastra masih suka, dulu masih muda (emang udah umur berapa ??? hahah) suka ama yang bikin baper, sekarang suka novel yang orangnya strong.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya samalah kita, aku juga suka karakter2 Strong mba Zulfa

      Delete
  4. Kita sesama penyuka novel mbak Ru. Beberapa jenis bacaan juga merasa cukup baca sekali. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahh mba Prih juga suka baca novel ya, senang kalau bertemu orang2 yang memiliki hoby yang sama dengan kita :)

      Delete

Post a Comment

Popular Posts