Tentang ( jelang dan saat) Ramadhan

Dihitung-hitung Ramadhan tinggal beberapa hari saja. Keramaian awal2 Ramadhan di jagad sosial media terutama facebook selesai sudah. Sebentar lagi ramai dengan berita mudik, ART infal, ditinggal ART mudik, kue-kue lebaran, silaturahmi dan openhouse, setidaknya itu di timeline FB saya.

Tentang menjelang Ramadhan, esok hari sebelum puasa saya sempat habiskan akhir minggu dengan kawan-kawan baik saya, si adek sepupu dari kawan baik saya lagi rajin karena kangen kampung dengan tradisi jelang Ramadhan bikinlah dia kue apem (= apam) yang konon berasal dari bahasa arab afwan yang berarti maaf.

Dikampung saya, menjelang lebaran beberapa tetangga akan bikin selametan syukuran dan saling berkirim ater-ater (=  antar-mengantar (kata kerja) hantaran makanan nasi&lauk pauk dalam piring terpisah dan beberapa akan menambahkan kue apem) beberapa yang lain tidak selametan. Selain ater-ater dibagikan ketetangga dan kerabat, biasanya juga akan dibawa seporsi menu ater-ater tadi ke masjid kemudian berdoa dan makan bersama biasanya saling ditukar ini kayak semacam potluck versi berbeda kali ya.

Beberapa minggu menjelang puasa Ramadhan saya  juga sempatkan kerumah bulek untuk silaturahmi, biasa saya lakukan karena maunya pas puasa saya ga banyak kemana-mana padahal mustinya puasa tidak jadi penghalang untuk bersilaturahmi ya. Tapi jarak saya tinggal dengan rumah bulek kan ga dekat inimasihajaexcuses. Beneran memang, setiap akhir minggu saat bulan Ramadhan lebih sering saya habiskan dengan urusan rumah tangga seperti nyuci setrika (saya benci setrika) bersih-bersih ruangan, sortir buku& baju yang akan saya kirim ke rumah lewat jasa pengiriman.

Akhir minggu menjelang Ramadhan seorang Kawan saya sempat meminta maaf karena tidak bisa menemani nonton film my stupid boss. Dia sudah terlanjur janji bertemu teman-temannya dia bilang "munggahan rame-rame". Munggahan, saya lupa apakah saya pernah mendengar istilah ini sebelumnya jadi respon saya "munggah apaan, munggah kemana?" kawan saya ini merespon watsappa saya dengan " hahaha ini lohh mbakke...makan2 sebelum puasa", dalam bahasa Jawa munggah berarti naik.

Saat Ramadhan, akhir minggu kemarin seorang kawan baik mengajak saya ngabuburit ke satu masjid besar daerah kebayoran. Sambil menunggu bedug maghrib dan ceramah singkat menjelang magrib pun belum dimulai kami saling bercerita dan bercanda.

Ramadhan itu acaranya buka puasa bersama. Buka bersama disingkat bukber biasanya mulai pada minggu kedua setelah Ramdhan mulai rame janjian kumpul bareng disatu rumah makan ajakannya dari teman main, teman kerja, keluarga.

Sebenarnya saya malah diajak ke acara buka.puasa bersama. Bukan tidak.mau silaturahmi, tapi pengalaman yang sudah-sudah adalah urusan sholat maghrib. Maghrib kan waktunya ga panjang tempat sholat biasanya penuh. Belum lagi nunggu pesanan yang lama.

Ramadhan biasanya anak2 panti asuhan banyak undangan makan buaka puasa bersama, semoga undangan seperti ini tidak berhenti saat Ramadhan saja.

Minggu-minggu kemarin Jalan protokol ibukota setiap hari ramemacetjaya, selama Ramadhan umumnya jam kantor kan dari pukul 8 dan selesai pukul 4sore soktau, namun sampai setelah maghrib pun jalanan menuju arah gelora Bung Karno dan bundaran HI masih macet parah. Perjalanan saya dengan angkutan umum bukan transjakarta (kopaja, metromini, taxi) yang biasanya ditempuh selama 40-60menit saat macet seperti biasanya jakarta macet, minggu lalu perjalanan saya sepulang kantor ditempuh nyaris 2jam lebih.


Jalur busway sudah disterilkan polisi, kendaraan pribadi tidak berani ambil jalur busway daripada kena tilang. Akhirnya, saya putuskan balik dengan menggunakan Transjakarta saja meski kadang musti menunggu lama dan penumpangnya yang berjubel, musti tau bagaimana caranya bisa memerobos masuk kedalam bus.

Seminggu yang lalu saya terkena Flu, ibu saya dalam sehari bisa nelpon 4X saat jam kerja " jadi mudik numpang apa? Mo mudik kok sakit?" atau "ntar kedokter aja" atau "jadi kedokter? Makan dan minum air putihnya dibanyakin" Saya ga banyak respon dan bilang bahwa saya baik-baik saja. Saya memang sengaja ga ke dokter, menjelang tidur saya minum obat flu cair, tapi tidak setelah makan sahur karena kuatir ngantuk ditempat kerja. Saya hanya minum 3X selama seminggu terkena flu dan Alhamdulillah Flu saya inshaAllah sudah sembuh sekarang.

Sampai saat ini saya belum memesan tiket pesawat, tiket kereta api pun tidak dapat , telat memesan lagipula tiket kereta api ini sudah habis terjual bahkan sebelum Ramadhan. Jadi, lihat besok sajalah, kalau toh saya pulang menumpang pesawat, mau pesan sekarang atau beberapa hari menjelang tanggal keberangkatan yang saya pilih harganya masih sama saja sudah saya cek, kecuali tgl 5juli dan setelahnya harga sudah mulai turun.

Ok saya mau menikmati hari terakhir kerja diminggu ini. Biasanya sebelum pulang kami akan saling berpamitan salam-salaman. Sesampainya dirumah saya mau siap-siap packing untuk mudik.

Yang akan mudik selamat mudik hati-hati dijalan selamat bertemu keluarga kerabat dan teman. Yang belum bisa mudik Insha allah tahun depan diberi kesempatan mudik.

Selamat menikmati sisa Ramadhan, Insha allah segala amal baik kita dirahmati dan bertemu Ramadhan lagi tahun-tahun selanjutnya.

Ini obrolan becanda ngabuburit dengan seorang kawan baik








Comments

  1. Sekarang saja suasana Lebaran sudah terasa dibeberapa feeds saya Mbak Ru. Ada yang sibuk bikin kue, ada yang sudah bersiap pulang kampung, ada yang sudah sampai kampung. Ini yang paling saya sukai dari kedatangan Idul Fitri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba evi jagad maya ramai jelang lebaran, ibukota mulai sepi ditinggal penduduknya mudik hehehhe. Saya suka suasana hari raya

      Delete
  2. Selamat lebaran ya mba....suka kucingnya lucu.....suasana hari raya ngangenin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya terimakasih, kucing milik mertua sahabat saya pas lagi tiduran ngekepin hape :D

      Delete

Post a Comment

Popular Posts