World photo day

Pagi ini saya melihat notifikasi di akun facebook saya yang menyebutkan WorldPhotoDay, klak klik referensi situs yang direkomendasikan ternyata menarik juga.  Saya kutip dari facebook,
 #WorldPhotoDay: Aug.19 Marks global celebration of visual medium and technology
The date was picked because on Aug. 19, 1839, the french government purchased the patent rights to the daguerreotype, an early photography system. The day was first observed in 2010, organizers said.

Cerita saya kali ini lebih kayak curhat. Jamak yang punya akun facebook pasti merhatiin notifikasi ini. Ngobrolin potret memotret sebenarnya saya pengen pengen banget bisa motret, saya paling hoby merhatiin hasil foto orang-orang yang dibingkai cakep. Saya tidak punya bakat itu.

Kalau  menurut kawan saya, selain membaca cara memotret (photography), memperhatikan hasil foto orang lain juga bisa membantu, cara lainnya "motret saja terus satu obyek dengan berbagai angle terus terus berlatih begitu Ru" saya ikutin sarannya tapi sampai saat ini belum ada yang bikin saya puas, mungkin saya memang tidak berbakat.

Di akun facebook dan instagram saya follow akun beberapa blogger, fotografer, rasanya takjub kenapa pula mereka bisa punya ide memotret obyek yang kalau saya ada dekat mereka paling juga ga kepikiran buat di foto, saya ga punya sense memotret tampaknya radar memotret saya kurang sensitif.

Kawan saya banyak yang bisa begitu berbakat, dengan menggunakan kamera hape saja mereka bisa mengambil gambar dengan cantik. Kalau sudah urusan memotret atau photography ini kerap mengingatkan saya jaman masa kuliah dulu.

Mungkin saya sudah pernah cerita, masa dikampus dulu dosen photography kami ini uhmm masih muda dan ganteng tapi jangan macam-macam dosen ini sangat tegas dikelas, seingat saya diluar kelaspun kami jarang bercanda.

Karena tidak pernah ikut klub photography (mahal ikutan klub begini mah), tidak pula punya kamera dslrnya, hanya pinjam dengan waktu yang sangat terbatas, berlatih seadanya, nilai mata kuliah photography saya kecil banget :) harusnyabukanalasan.

Soal potret memotret, perkakasnya sekarang semakin canggih saja. Baru juga punya kamera dslr, lha kamera mirrorlense ini koq kayaknya lebih ringkes. Sekarang, semua bisa memotret moment dimana saja kapan saja dengan hape, kamera digital saku, dslr, mirrorlense camera sebut saja apa namanya yang penting motret aja.

Beberapa kali saya dan seorang kawan baik ke satutempat, kami habiskan dari pagi hingga sore mencari obyek foto, she did better than me dan beruntungnya saya dia juga yang ngajarin saya tentang  fungsi tombol-tombol di kamera. Tentang Worldphotoday bisa dibaca disini.

Ok, Selamat memotret dan di potret :).





Comments

  1. Skrg klo ga motret, kynya ga bisa yah. Liat apa aja mau nya di potret ☺️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya, makanya sejak ada handphone berkamera atau kamera digital bisa banyak2 koleksi foto

      Delete
  2. bersyukur bgt skarang era digital, mau foto seribu dalam sehari no worries keabisan film hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa beda banget jaman dulu aja saya rasanya berat mo beli negatif kamera belum lagi musti cucicetak hahaha

      Delete
  3. Benar kata pepatah "it's not about camera, it's about a man behind the camera"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku baru dengar itu, tapi itu bener banget ya, trimakasih deni

      Delete
  4. Aku dulu juga gitu Ru, kalau lihat foto lain kok cakep cakep, kenapa aku nggak ambil angle yang itu ya ? kok aku nggak ambil gitu? bla bla bla sekarang klo foto ngikutin kata hati dan terus motret.

    Aku sampai sekarang lebih suka foto pakai kamera pocket ktimbang LSR

    ReplyDelete
  5. Kalo saya prefer pake kamara henpon sih buat jepret2 selain pasti dibawa kemana aja, ukurannya juga lebih ringkes dibanding kamera dslr/ mirrorless

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts