Menunggu hujan mereda di via via cafe -Jogja

Gara-gara baca tulisan cerita4musim.com tentang via via cafe di Belgia saya baru tau  ada cabang cafe ini juga di Jogja, selama ini ngakunya jogja adalah rumah tempat saya sebut pulang nyatanya saya ga tau apa apa.

Liburan bulan lalu saya sudah kabari sahabat saya yang sedang menyelesaikan master komunikasi nya di univ. jogja soal rencana liburan dan kami musti ngobrol di via via cafe. Niat banget janji ketemu di mirota batik siang hari, sedang hujan pun mulai rintik-rintik turun kami tetap melanjutkan rencana ke via via cafe.

Cafenya sangat sederhana, berlantai dua kami memilih dilantai satu saja mbak waitress menyapa kami ramah , waitressnya pun nyantai banget memakai jeans kaos oblog pas badan dan ber-sendal bukan sandal jepit koq. Si mbak waitress menyodori kami buku menu tanpa meninggalkan kami,  baru pergi setelah kami minta karena bakal cukup lama buat kami sekedar memilih-milih menu meski perut sudah lapar karena memng sudah melampaui jam makan siang.

Berbekal membaca beberapa blog yang pernah mengunjungi cafe ini saya memutuskan mediterannian salad porsi small, sahabat saya memilih garang asem. Benar saja ketika salad saya tersaji porsi small saja sudah lumayan banyak untuk saya, saya juga minta satu bungkus mediterannian salad ukuran large untuk dibawa pulang, mereka membungkus pesanan takeaway saya dengan  kertas tanpa tas kresek sayapun tak minta tas kresek pasti mereka tidak memanjakan tamu dg tas kresek konsep cafe ini kan ramah lingkungan, untungnya tas canvas saya masih muat untuk sebungkus mediterannian salad.

Mediterranian salad porsi small yang cukup mengenyangkan dan soda gembira


sayur garang asem dan teh hangat pesanan sahabat saya

Nasi satupaket dengan sayur garang asem, gorengan disamping mangkuk sambel itu bukan bagian dari menu, melainkan tambahan dari sahabat saya yang dia bawa sendiri


Sempat mengintip ruang sebelah yang berfungsi juga sembagai toko souvenir, saya mendengar disudut meja sekelompok orang tampak sedang entah berdiskusi atau mengobrol, sekilas saya dengar seseorang bicara tentang pengalamannya travelling. ahhh benar saja cafe ini kan tempat mangkalnya traveller di berbagai penjuru dunia yang sedang mampir ke Jogja. Bahkan sahabat saya sempat melihat dipapan tempat pengunjung menempel segala pesan singkat, dilihatnya secarik kerta stertempel mencari travel partner. Sengaja kami tidak memotret bagian bagian cafe ini, segan sendiri rasanya. Obrolan kami juga dipenuhi dengan cerita dan sedikit perdebatan tentang travelling dan traveller secarik kertas itu menjadi perbincangan kami "nggak takut apa ya travelling bareng orang nggak dikenal?" sahabat saya bertanya-tanya.

Hujan sore itu deras sekali, kami memutuskan tetap di cafe sampai hujan mereda dan memesan seporsi apple pancake with cinnamon untuk cemilan teman ngobrol, ada 2 pancake ukuran cukup besar untuk satu porsinya. Seorang  mas waitress mulai  memasukkan meja kursi yang sebelumnya diletakkan diluar dan meminta ijin kepada kami untuk menutup sedikit rolling door karena tampias hujan, mas waitress menyapa kami menanyakan kami berasal darimana, singkat saja kami berkata dari jogja.


Setelah itu terjadi percakapan singkat, mas waitress bercerita pernah di satu hari hujan turun teramat deras sehingga jalanan menjadi banjir padahal saya kira genangan yang terlalu tinggi akibat ciurah hujan teramat deras saja sih sebuah atau beberapa bangku hanyut. Rasanya gak percaya saja jika hujan di jogja bisa mengakibatkan banjir begitu ahhhh saya kan tidak selalu tinggal di Jogja tidak tahu keadaan yang pernah ada. Mas waitress meminta ijin mengangkat pring kosong kami dan melihat gula pasir dipiring pancake kami bertanya mengapa tidak meminta sirop cokelat, mapple atau madu karena tambahan itu free "lain kali kalau mampir lagi dan order pancake minta saja its free" begitu sarannya dan pamit meninggalkan kami dengan ramah.

Saya tidak menahu soal ini karena yang order sahabat saya , setelah si mas pamit pergi meninggalkan meja kami sahabat saya bercerita pada buku menu hanya tetera beragam pancake perihal madu, sirup coklat dan mapple ditulis terpisah tanpa ada info apapun asumsinya pasti tidak gratis mbak waitress tidak menjelaskan teman saya pun tidak bertanya. Ya sudahlah besok-besok kalo mampir ditanyain aja ke waitressnya apa-apa saja yang bisa dikasih free tanpa tambahan biaya lumayan kan dapat gratisan nggak mau rugi banget. Taste masakannnya kami tidak complain sama sekali sangat cocok dengan lidah kami, kami menghabiskan makanan kami tanpa sisa terlebih  kami sudah lapar , dan Via via cafe punya pegawai yang ramah-ramah begitu penilaian kami.








Comments

  1. Salad yang saya pesan enak, garang asem pesanan sahbat saya menurutnya juga enak (saya ga nyicipin) pancake kami meski plain juga habis kami lahap :). Ga da komplen ehee

    ReplyDelete
  2. asyikkkkk.....nanti kalau aku ke Jogja kita nge date disitu ya Ru :))

    * * *

    Renommê : Top 5 Best Restaurant in Europe

    ReplyDelete
  3. Aku travelling bareng orang yang gak dikenal, buntutnya jadi pasangan. Jadi jangan takut, siapa tahu jodoh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. menyenangkan ya bertemu orang yang tepat, saya akan sampaikan ini ke sahabat saya :)

      Delete

Post a Comment

Popular Posts