Sudah lama sekali tidak merasakan naik kapal ferry, sekalinya menumpang kapal ferry lagi setelah berpuluh tahun bukan dilautan lepas negeri sendiri. Pastinya ini pengalaman berharga selama hidup saya
(Lebay ya?).
Setelah memarkir mobil dibagian bawah kapal, kami bergegas menuju bagian atas kapal, sambil duduk kursi kosong kami menyantap kudapan ringan yang dipesan di kantin Ferry. Bosan hanya duduk-duduk, saya dan karib saya sempat keluar menuju balkon kapal, baru saja membuka pintu balkon angin kencang berasa menampar wajah saya belum lagi udara yang subhanallah dingin rasanya lebih dingin dari kulkas butut dirumah lebih dingin dibanding Bromo dipagi hari.
Sejauh mata memandang adalah lautan lepas berkabut dingin, sebenarnya saya tidak bisa melihat jelas sih karena saya menggigil meskipun sudah menggunakan jaket. Tak mengharap bisa melihat lumba-lumba seperti di pantai Lovina Bali atau seperti (keinginan saya) melihat lumba-lumba di teluk kiluan saya tidak bisa bertahan sampai 10menit di balkon kapal, angin yang bertiup terlalu kencang dan udara yang dingin memaksa saya masuk kembali ke dalam ferry yang berpenghangat ruangan.
 |
lautan luas berkabut dari bali jendela kapal |
Tidak berapa lama, begitu kapal kami tiba dipelabuhan arak arakan mobil keluar dari lambung kapal. Kami akan melanjutkan perjalanan melintasi
border. Saya sudah pernah melintasi perbatasan antar negara sebelumnya jalan darat antara Belanda - Belgia - Perancis sayangnya saya lebih banyak tidur karena jetlag (daratan Eropa luas menghubungkan setiap negara kayak sekali salto aja udah nyampe
gaksegitunyajugakali) hanya saja Norwegia - Swedia ini terasa sekali bedanya selain Karena menumpang Ferry saya juga tidak mau terlalu banyak (ter)tidur selama perjalanan tidak mau melewatkan pemandangan disepanjang jalan. Perjalanan akan kami tempuh sekitar satu jam untuk tiba di Swedia, nggak terlalu lama kan?
 |
parkiran mobil dibagian bawah kapal |
Melintasi perbatasan Norwegia-Swedia di jalanan panjang dan mulus tanpa ada kerusakan aspal Sedikitpun, perjalanan kami lancar jaya. Sepanjang jalan tak melihat pemukiman penduduk penginapan atau sekedar
rest area, hanya pepohonan dan padang rumput berbukit-bukit sesekali didepan mobil yang dikemudikan karib saya terlihat arak-arakan kendaraan menuju arah yang sama dengan kami berkendara dengan rapi. Berbeda dengan wilayah Norwegia yang bersalju tebal saat kami tinggalkan beberapa jam sebelumnya, wilayah perbatasan tampak jauh lebih
hangat tidak ada tumpukan salju tebal di kanan kiri jalan.
 |
Arak-arakan mobil menuju wilayah Swedia |
 |
Menuju wilayah Swedia |
 |
tiba di wilayah Swedia |
Saya kira ketika melewati pintu perbatasan akan ada petugas yang memeriksa passport atau visa turis seperti saya, ternyata tidak (terlalu banyak pengunjung pasti kerepotan kalau cek satu-satu ya?) mobil karib saya hanya berlalu saja. Saya membayangkan perbatasan wilayah negara kita dengan negara tetangga, tapi tidak hendak mebandingkannya hanya bertanya-tanya seperti apa. Lalu hendak kemana kami?
Tentang arak-arakan mobil keluar dari lambung kapal di pelabuhan kok bikin saya ingat film Gosh Writer ya mbak hehe... mobil antri buat keluar dari dalam kapal.. Tapi kok bisa ya mbak, melewati perbatasan tanpa pemeriksaan?
ReplyDeleteSaya lupa lupa ingat film Ghost writer itu nontonnya sambil tutup mata sih hahaha. Kalo kata karib saya mungkin karena kami naik ferry bayar tolnya juga dari Norway bukan Sweden.
Deleteini pas winter yah? mana tahan ya ngeliat langitnya, bikin depresi ha ha ha
ReplyDeleteSisa winter, persis yg karibku bilang mbak fe winter bisa bikin depresi hahahaha
DeleteHehe, karena masih sama-sama Schengen makanya tidak ada pemeriksaan paspor :)
ReplyDeleteTerimakasiiiiiih infonya, saya sempat ngobrol dg karib saya ternyata dia juga ga merhatiin kenapanya. Ternyata karena sama2 schengen ya
DeleteMbak Ru sering banget nyeritain waktu ngelintasin border Norwegia-Sweden ini, tapi dari dulu aku masih penasaran, Mbak Ru ke sana dalam rangka apanya. Apa akunya yang kurang teliti waktu baca, ya.
ReplyDeletePost bulan kapan itu part 1, nah ini part 2. Masih ada lanjutnya. Perginya dalam rangka berlibur mbak sofi :)
DeleteRapi yaaaa ... jadi kangen nyebrangpake kapal :-)
ReplyDeleteayyo segera berangkat nyebrang kemana bung cumi :)
Deletengelihatnya terasa dingin mbedinding :) Kirain waktu melintas di stamp ternyata lenggang kangkung :). Semoga ya... akbu nyusul kesana. Aamiin
ReplyDeleteSemakin ke arah Swedia semakin anget mbak, Norway ademnya rakaruan. Amiin insha allah nyampe Scandinavia mbak zulfa :)
Delete